Rabu, 19 Agustus 2009

Prospek kerja fisika murni

diawali dari kebingungan menentukan pilihan masa depan yang lebih baik
setelah tamat dari jenjang sekolah menengah atas, berkeinginan melanjutkan kejenjang perguruan tinggi,ada pertanyaan besar dalam pikiran ..... jurusan apakah yang dipilih ? sesuai selera atau kemampuan or bakat ......

bagaimana dengan jurusan FISIKA ?

FISIKA ADALAH ILMU UNIVERSAL,FISIKA TIDAK HANYA BERKUTAT DI REAKTOR NUKLIR,,,,PARTIKEL, ,GELOMBANG. ..SEKARANG FISIKA SUDAH MASUK KE ERA BARU....FISIKA ADALAH ILMU MASA DEPAN...SIAPA YG MENGUASAI FISIKA BEARTI MENGUASAI MASA DEPAN,,ITU YANG DI KATAKAN DOSEN SAYA... "TERNYATA BENAR,,," U CAN DO EVERYTHING U THINK"

UTUK TEMAN2 FISIKA..PLEASE. ..BANTU ADIK2 KITA, YAKIN KAN MEREKA BAHWA MEMILIH FISIKA BUKAN SUATU KESALAHAN... INI ADALAH TANGGUNG JAWAB KITA.


Sabtu, 18 April, 2009 22:51
"gundrie_11" gundrie_11@yahoo.com

ass.wr.wb..
hmm..kenalkan, saya anggota baru milis..bwd para senior dari milis ini mohon bantuanya ya, belum tw apa2..hhe

Saya ingin tanya, bagaimana prospek MIPA fisika ini kedepanya??kebetula n saya keterima di Mipa-fisika UI, tapi sayangnya kelas paralel,,sebelumnya saya juga sudah dinyatakan di terima di Tek Informatika Telkom..Orang tua meberikan saya kebebasan andai kata sampai snmptn nanti saya belum mendapatkan PTN fav lagi...

Yang saya khawatirkan, saya keterima di Paralel ui ini akan dibatasi dalam masalah keaktifan,cenderung diutamakan yang kelas reguler dalam ajang kompetisi, apakah benar??sedangkan Tek informatika saat ini dengar2 kedepanya tidak akan sebagus dulu..
Saya bingung dalam mengambil keputusan, mohon bantuannya ya kakak pecinta fisika..terimakasih

mohon dijawab segera, soalnya mau uan, biyar ga kepikiran..hhe
salam hormat saya..

Minggu, 19 April, 2009 05:42
"Aziz" aziz0282@yahoo.com

Saran sy, ambil yg di Tek Inf Telkom saja.
Salam
Aziz

Minggu, 19 April, 2009 06:46
"Daffan" devansas@gmail.com

kl saya boleh memberi saran
1. Jurusan MIPA nantinya akan bekerja dibidang IPA, sains dan biasanya larinya ke seputaran dunia pendidikan, yaitu jadi guru, dosen, tutor, widyiswara, laboran dll
2. jurusan TIK Telkom ini lebih luas disamping bisa menjadi pengajar, bisa masuk didunia IT teknik, seperti pranata komputer dikantor pemerintahan atau swasta, jika memang benar2 siap100% di IT ya masuk situ saja, karena jangan setengah2, nanti kalah saingan dengan orang lain. saudaraku dari IT UPN Jogja bisa bekerja jaringan internet kebeberapa kota di indonesia, terahkir kerja di kopertis jd pranata komputer.
3. Jika semuanya ditekuni dengan serius dan keyakinan tinggi pasti rejeki nanti akan datang dengan sendirinya, yang penting perbanyak pergaulan dibidangmu. jangan terbatas hanya satu teman. karena biasanya tentang pekerjaan, temanlah yang banyak menunjukan daripada kita mencari sendiri.
segitu saja, trims

febri andriani
Sunday, April 19, 2009, 7:44 PM

Untuk adik gundrie,
Masalah pemilihan jurusan itu tergantung minat anda dimana, jangan takut dengan bayang2 atau kata2 orang lain ?
Jurusan Fisika tidak selalu menjadi dosen, atau kerjaan yang berhubungan dengan pendidikan jika anda tidak berminat ber-career di academic.
JIka anda memilih program study Instrumentasi elektronik Fisika UI, setelah lulus anda bisa bekerja di bidang Instrumentasi & control di perusahaan2 seperti Foxboro, Yokogawa, ABB, dan perusahaan2 yang mensupply peralat2an untuk factory automation atau process automation, atau kontraktor2 seperti Toyo, Rekayasa Industry, IKPT, dll. Sedangkan jika anda tertarik bekerja di pabrik2. anda bisa menjadi instrumentasi engineer, seperti pabrik kimia, oil dan gas, pupuk, petrokimia, dll.

Sedangkan jika anda ambil jurusan Geofisika, anda bisa bekerja di perusahaan Minyak atau perusahaan konsultan yang mengolah data2 seismic. Begitu juga jika anda ambil program study Material science, anda bisa bekerja di bidang anda. Jadi semuanya tergantung minat anda.

JIka anda ambil TI telkom, jangan kuatir untuk masa depan career anda. Karena perkembangan TI makin lama makin maju, sehingga kebutuhan tenaga di bidang IT juga akan terus dibutuhkan, tentunya kemampuan yang mengikuti perkembangan IT itu sendiri.

Saya lulusan Teknik Fisika, sedangkan suaminya saya lulusan Fisika UI. Dulu kami sama2 bekerja di supplier alat2 pengukuran dan process automation untuk pabrik2. Saat ini suami saya sedang Post-Doctoral di Jepang. dimana S2 & S3nya bidangnya adalah Human Engineering. Ilmu yg masih berhubungan adalah pengukuran (instrumentasi & control) aktivitas manusia menggunakan sensor2. Dia melakukan pemprograman untuk melatih computer menggunakan data2 training yg ada.

Yang penting adalah minat anda dimana, dan menjalaninya dgn sunguh2. Banyak orang lulusan S1 di Indonesia tidak bekerja sesuai bidangnya, disebabkan krn keterbatasan informasi atau bisa juga krn minatnya berubah.. Yang penting adalah cara berpikir anda selama kuliah bisa digunakan dimanapun anda bekerja.

Minggu, 19 April, 2009 14:15
"gundrie_11" gundrie_11@yahoo.com

Hmm..tapi apakah mungkin kalau ambil mipa Fisika kerja di suatu perusaahaan? ?Soalnya kata kenalanya saya yang ada di UI, bisa saja,,nanti disananya ngambil bidang geofisika,,, memungkinkan untuk kerja di perminyakan, atau instrumentasi, bidang elektro..Tapi apa kesempatan itu besar ya kak di lapangan kerja??

Yang saya takutkan jika mengambil Tek IF, kedepanya akan susah dalam mencari pekerjaan,,sekarang kan sudah banyak ahli IT..itu pertimbangan saya kak..

Minggu, 19 April, 2009 19:44
"febri andriani" bibip92@yahoo.com

Untuk adik gundrie,
Masalah pemilihan jurusan itu tergantung minat anda dimana, jangan takut dengan bayang2 atau kata2 orang lain ?
Jurusan Fisika tidak selalu menjadi dosen, atau kerjaan yang berhubungan dengan pendidikan jika anda tidak berminat ber-career di academic.
JIka anda memilih program study Instrumentasi elektronik Fisika UI, setelah lulus anda bisa bekerja di bidang Instrumentasi & control di perusahaan2 seperti Foxboro, Yokogawa, ABB, dan perusahaan2 yang mensupply peralat2an untuk factory automation atau process automation, atau kontraktor2 seperti Toyo, Rekayasa Industry, IKPT, dll. Sedangkan jika anda tertarik bekerja di pabrik2. anda bisa menjadi instrumentasi engineer, seperti pabrik kimia, oil dan gas, pupuk, petrokimia, dll.

Sedangkan jika anda ambil jurusan Geofisika, anda bisa bekerja di perusahaan Minyak atau perusahaan konsultan yang mengolah data2 seismic. Begitu juga jika anda ambil program study Material science, anda bisa bekerja di bidang anda. Jadi semuanya tergantung minat anda.

JIka anda ambil TI telkom, jangan kuatir untuk masa depan career anda. Karena perkembangan TI makin lama makin maju, sehingga kebutuhan tenaga di bidang IT juga akan terus dibutuhkan, tentunya kemampuan yang mengikuti perkembangan IT itu sendiri.

Saya lulusan Teknik Fisika, sedangkan suaminya saya lulusan Fisika UI. Dulu kami sama2 bekerja di supplier alat2 pengukuran dan process automation untuk pabrik2. Saat ini suami saya sedang Post-Doctoral di Jepang. dimana S2 & S3nya bidangnya adalah Human Engineering. Ilmu yg masih berhubungan adalah pengukuran (instrumentasi & control) aktivitas manusia menggunakan sensor2. Dia melakukan pemprograman untuk melatih computer menggunakan data2 training yg ada.

Yang penting adalah minat anda dimana, dan menjalaninya dgn sunguh2. Banyak orang lulusan S1 di Indonesia tidak bekerja sesuai bidangnya, disebabkan krn keterbatasan informasi atau bisa juga krn minatnya berubah. Yang penting adalah cara berpikir anda selama kuliah bisa digunakan dimanapun anda bekerja.

Minggu, 19 April, 2009 21:39
"tri setiyanto" setyatri@yahoo.com<

benar sekali mbak febri..
saya juga dari fisika- instrumentasi, karena prestasi sedang2 saja yaa langsung cari kerja kalo pinter kaya mas2 disini yang sekolah lagi,
kayaknya nggak sempat nganggur deh (langsung dapat kerja) di indonesia masih banyak dibutuhkan lulusan bidang ini..

selamat mencari jurusan yang cocok..

Senin, 20 April, 2009 02:53
"Suharyo Sumowidagdo" sumowidagdo@gmail.com

Bisa dijelaskan, kelas parallel itu apa definisi dan gimana prakteknya.

Menurut saya, program pendidikan di jurusan fisika, pada umumnya kurikulumnya tidak dituntut untuk menyiapkan mahasiswa ke dunia kerja dengan profesi yang pasti. Melainkan, jurusan fisika mengajarkan sekelompok ilmu/keterampilan/ skill/knowledge. Jadi jurusan fisika itu tipenya 'keilmuan'. Sifat seperti ini sebenarnya bukan monopoli jurusan fisika: Jurusan2 semacam sastra, ilmu politik, ilmu ekonomi, bahkan ilmu komputer (pure Computer Science yang kental matematikanya) juga bersifat seperti ini.

Jurusan semacam kedokteran, teknik, ilmu pertanian, akuntansi, informatika (Software Engineering) : program pendidikannya memang diarahkan untuk ke jalur profesi, jadi tipenya 'keprofesian' .

Pada praktek implemetasi kurikulumnya, di tiap universitas, ada overlap antara 'keilmuan' dengan 'keprofesian' , namun kadarnya berbeda-beda. Beberapa jurusan fisika di Indonesia membuka jalur peminatan yang mengarah ke profesi seperti fisika medis, geofisika eksplorasi, instrumentasi, untuk menambah kadar 'keprofesian' dalam program pendidikannya. Jadi masuk ke jurusan fisika tidak berarti hilang sama sekali kesempatan untuk berkonsentrasi ke program pendidikan yang mengarah ke profesi.

Namun saya pribadi menyarankan, jika memang dari awal sudah lebih berniat untuk ke arah profesi: akan *jauh lebih baik* jika anda memilih program studi yang memang dirancang untuk itu. Argumen seperti 'masuk fisika juga bisa belajar instrumentasi atau geofisika' menurut saya tidak kena. Kalau memang dari awal maunya jadi profesional/ praktisi, lebih baik dari awal masuk teknik elektro, teknik fisika, atau teknik geologi/teknik geofisika. Kenapa harus berputar-putar dulu ke fisika baru ke instrumentasi atau geofisika. belajar fisika itu berat, dan tidak untuk semua orang.

Saya akan merekomendasikan masuk fisika untuk 2 tipe siswa:

- pertama, mereka yang ingin mengarah ke profesi, tapi juga ingin mempelajari fisika sebagai pengetahuan. dalam hal ini fisika bisa memberikan pendidikan berimbang antara 'keilmuan' fisika dengan 'keprofesian' di bidang fisika terapan.

- kedua, jelas bagi mereka yang ingin melanjutkan karir di bidang fisika sebagai peneliti atau ilmuwan. meski sebenarnya kesempatan inipun tidak tertutup untuk mereka yang berlatar belakang profesi. bbrp rekan saya sekarang, cukup banyak yang latar belakangnya elektro, mesin, atau komputer, dan sekarang mereka sama-sama memburu Higgs boson dengan saya.

Senin, 20 April, 2009 03:52
"aldo safardan" tiger_land_62@yahoo.com

Apapun pilihan(profesi atau peneliti) itu baik semua kok^^.
Yang penting apa yang disukai dan dicintai?
Klo uda punya itu tantangan apapun akan coba dilalui tanpa paksaan atw dengan kata lain bisa njoy. Dari situ kita bakal dan harus punya komitmen!!
Saran saya jangan hanya kejar suatu tujuan akhir tapi yang terpenting kita bisa menikmati prosesnya.
Profesi atau peneliti itu hanya tujuan akhir..Umm,, yang terpenting menurut saya adlh bgmn menjalani pilihan itu dengan sebaik mungkin dan bisa njoy.
selamat memilih ya!!
Sukses selalu ya^^.

Senin, 20 April, 2009 05:40
"Gandri Narandu" gundrie_11@yahoo.com
hmm..kelas paralel itw, y bisa dibilang kyak swatanya ui, ga ada keringanan biaya, byarnya full, sama wktunya beda, ga sama kyk yg reguler,,
yg saya takutkan cuman klo ada "diskriminasi" , maksud saya, dgr kls paralel agak dipandang sebelah mata, yg saya takutkan juga apakah kualitas llusannya nanti dibedakan..
oya trims bayak yg kakak2,, khusunya kak febri..
skrng konsen uan dlu deh..hhe, hari pertama ni,,brr..
salam...

Gandri Narandu
Senin, 20 April, 2009, 7:47 PM

makasih kak penjelasanya. .
amiin..Insya Alah kak, ketemu di ITB..
hmm,,, sebenernya impian saya memang masuk ITB, my dream, ambil Tek fisika..namun wktu itw test di daerah belom keterima,tapi milih nya STEI bukan FTI..hhe..
tapi, semangat saya buad masuk itb ga bakal pernah padam, msh ada 2 kesempatan..

Target saya, kalo pun saya ambil Fisika Mipa, mungkin, saya akan ambil Geofisika..Tapi pertimabangan saya kalau tidak salah di FTML(perminyakan, pertambangan) itb juga ada Tek geofisika, itu bedanya apa ya kak sama Geofisika di Mipa??masalahnya saya ga ngmabil FTML di ITB..

Rencana saya juga kalau saya ambil Telkom, saya ingin pindah jurusan, alias test ulang bwd masuk Tek Telekomunikasi, saya ngersa salah ngambil ambil Tek Informatika pas itu..Soalnya dari kaca mata saya sepertinya Prospek Tek Informatika sudah ga sebagus dulu..hmm..

oya terimakasih sebelumnya kakak2 Fiska..hhe..

Senin, 20 April, 2009 13:54
"Indarta Aji" indarta_aji@yahoo.co.id

Setahu saya, walau pun kelas paralel, tapi di dunia kerja mereka hanya melihat IPK kamu berapa dan lulusan mana?
Pengalaman mengenai MIPA Fisika dan Informatika Telkom.... sebenarnya itu tergantung dengan minat anda..... semuanya tidak ada masalah.... yang jelas bagaimana anda nantinya....
Kalau MIPA Fisika dibagi menjadi beberapa Sub Jurusan Lagi (Instrumentasi dan Kontrol, Material, Nuklir, Biofisika, Fisika Bumi, Komputasi, Theory).
Instrumentasi dan Kontrol = otomatis kita kerja di perusahaan-perusaha an yang berkaitan dengan instrumentasi, karena semua perusahaan butuh orang instrumentasi.
Material = Banyak perusahaan-perusaha an multinasional yang mencari orang-orang material, dan di luar negeri Fisika Material sangat diminati.
Fisika Bumi = Jelas, perusahaan oil and gas multinasional bakalan mencari orang-orang fisika bumi.
Komputasi = Banyak orang fisika yang ditarik untuk bekerja di perusahaan-perusaha an pembuatan software sekelas IBM.
Nuklir = Bekerja di perusahaan pembuatan nuklir power plant (Toshiba, Mitsubishi, Siemens, lembaga penelitian di dunia, dll).
Biofisika = Bekerja di perusahaan pembuatan alat-alat kedokteran, rumah sakit, atau peneliti.
Theory = Bekerja di lembaga-lembaga penelitian.

Selain itu, mahasiswa Fisika dituntut untuk paham paling tidak tentang instrumentasi kontrol dan komputasi. Pengalaman walaupun saya orang fisika nuklir, tapi baru-baru ini saya mendapat tawaran kontrak untuk menjadi programer disalah satu perusahaan multinasional di Norway.

Saran lain, kalau mau ambil informatika, mending kamu ambil jurusan elektro dan subjur telekomunikasi. ...

Selamat UAN, semoga sukses......
Kalau seandainya masuk ITB kita bertemu lagi.... hehehe

Senin, 20 April, 2009 19:47
"Gandri Narandu" gundrie_11@yahoo.com

makasih kak penjelasanya. .
amiin..Insya Alah kak, ketemu di ITB..
hmm,,, sebenernya impian saya memang masuk ITB, my dream, ambil Tek fisika..namun wktu itw test di daerah belom keterima,tapi milih nya STEI bukan FTI..hhe..
tapi, semangat saya buad masuk itb ga bakal pernah padam, msh ada 2 kesempatan..

Target saya, kalo pun saya ambil Fisika Mipa, mungkin, saya akan ambil Geofisika..Tapi pertimabangan saya kalau tidak salah di FTML(perminyakan, pertambangan) itb juga ada Tek geofisika, itu bedanya apa ya kak sama Geofisika di Mipa??masalahnya saya ga ngmabil FTML di ITB..

Rencana saya juga kalau saya ambil Telkom, saya ingin pindah jurusan, alias test ulang bwd masuk Tek Telekomunikasi, saya ngersa salah ngambil ambil Tek Informatika pas itu..Soalnya dari kaca mata saya sepertinya Prospek Tek Informatika sudah ga sebagus dulu..hmm..

oya terimakasih sebelumnya kakak2 Fiska..hhe..

toto aminoto
Tuesday, April 21, 2009 2:08:35 PM
secara teoritis lulusan fisika sulit untk bekerja informal, tetapi percayalh namanya rejeki di tangan tuhan. saya lulsan s1 fisika bahkan s2 fisika tapi sy bisa kerja di suatu departemen . dmna departemen sy tidak pernh menark jrsan fisika.


Selasa, 21 April, 2009 05:45
"Muhtar Fauzy" azdo_tm@yahoo.co.id

hi..,klo di itb..,geofisika sama tek.geofisika sekarang udah dijadiin satu.. lagian,dulu sebelum disatuin..,geofisik a berada bukan di fak.mipa..

Selasa, 21 April, 2009 09:27
"rao putra" raoputra@yahoo.com

Hallo semuany,
ya saya dah lama ngikutin milis fisika nih, tapi belum sekalin pun ngasih komentar2 terutama tentang fisikanya.
kali nih tertarik ma tema pertanyaan 'aku harus pilih yang mana?',
coz kakak n senior2 ngasih masukkan yah TOP BGT pa lagi klo mo pilih jur fisika,
ya aku, dari Fisika instrument unpad, dengan pundi uang nya sebagai pengajar.
kerasa banget deh, klo dah kepikiran setengah-setengah
So lakukan yang terbaik jangan setengah-setengah.
makasih mailis nih yang dah ngasih inspirasi, maju terus...


Selasa, 21 April, 2009 10:46
"sigit jaya herlambang" kupleaslitlb@yahoo.com

Saya rasa, prospek itu berubah-ubah tingkat kecerahannya. ... hehe... semuanya tergantung kamu..... kamu masuk jurusan dengan prospek yg tercerah sekalipun, kalo kamu gak mau bekerja keras dan membangun jaringan kerja, ya kamu gak bakal bisa apa-apa... karena kamu gak bisa kerja sendiri...
lagipula, sarjana itu, bila tidak mau bangsa ini terus terpuruk, seharusnya berpikir untuk membuat sistem lapangan kerja multidisiplin, bukan terus-terusan mencari jurusan dengan prospek bekerja yg cerah secerah mentari (lol) lalu saling mengkotak-kotakkan diri....
rejeki orang sudah ditentukan dan takkan tertukar-tukar
ada di mana-mana
tinggal usaha kita aja yg diperkeras lagi....


Selasa, 21 April, 2009 14:08
"toto aminoto" aminoto95@yahoo.com

secara teoritis lulusan fisika sulit untk bekerja informal, tetapi percayalh namanya rejeki di tangan tuhan. saya lulsan s1 fisika bahkan s2 fisika tapi sy bisa kerja di suatu departemen . dmna departemen sy tidak pernh menark jrsan fisika.


Selasa, 21 April, 2009 14:50
"arifianto keren"

kalo emang udah rejeki enggak kemana.

Selasa, 21 April, 2009 15:34
"Indarta Aji" indarta_aji@yahoo.co.id

Kalau Fisika Bumi dan Geofisika MIPA sebenarnya berbeda..... Geofisika MIPA sudah dilebur bersama Teknik Geofisika (FTML).

Sekarang saya jelaskan antara Teknik Geofisika (FTML) dengan Fisika (Kelompok keahlian Fisika Bumi/ Fisika Sistem Kompleks) (MIPA).
Kalau Teknik Geofisika adalah salah satu jurusan dari FTML, tapi kalau Fisika Bumi adalah salah satu kelompok keahlian dari Fisika MIPA.
Kalau mau masuk ke Fisika Bumi, USMPTN-nya daftar Fisika MIPA.
Sebenarnya pekerjaanya hampir mirip antara Fisika Bumi dan Teknik Geofisika. Tapi Secara teknis/ lapangan orang Teknik geofisika lebih jago. Kalau secara analisis, theori orang fisika bumi lebih jago. Yang membuat alat-alat untuk praktikum atau pengambilan sampel kebumian (software atau hardware) adalah anak Fisika bumi....

Fisika Bumi yang membuat alat, teknik geofisika yang menggunakannya. Keduanya sangat berprospek cerah.

Semangat, semoga diterima di ITB
Saran lain, kalau kamu memiliki ilmu fisika yang cukup mumpuni mending ambil jurusan Fisika MIPA daripada Teknik Fisika FTI.
Masalahnya bidang keilmuan Teknik Fisika lebih terbatas.

salam
indarta

Selasa, 21 April, 2009 16:10
"Agusta Kemal" kemal_a2000@yahoo.com

Jd pengen ikutan komentar juga. Klo menurut saya sih utk level S1 tidak usah terlalu kaku lah, krn ilmu yg diajarkan di S1 sebenarnya cenderung dasar2 saja dan belum terlalu spesifik. Jd sebenarnya pilihannya cukup longgar, asal jgn terlalu melenceng saja.

Contoh :

Kalau mau jadi ahli IT, tidak usah terlalu terpaku harus masuk informatika/ ilmu komputer. Aspek IT sangat banyak, anda bisa jadi ahli IT juga kalau masuk jurusan elektro atau matematika misalnya. Bahkan kalau mau lebih umum lagi, jurusan Fisika dan semua jurusan teknik memungkinkan anda utk menekuni bidang IT nantinya. ... .Banyak lho, programmer2 top dan jago2 IT dengan latar belakang Fisika.

Mau menekuni material, tidak berarti anda harus selalu masuk jurusan Teknik Material, tapi bisa masuk Fisika, Teknik Fisika, Teknik Mesin ( bahkan akhir2 ini bisa juga ke Teknik Kimia, setidak2nya ini lah trend dunia saat ini ) misalnya ..

Mau menekuni elektronika, ga harus mutlak masuk teknik elektro, bisa ke Fisika, bisa ke Teknik Fisika ..

Asal jgn melenceng jauh aja, mau belajar elektronika kok masuk ekonomi hehehe ..

Yg saya uraikan ini berlaku utk pendidikan S1 lo yaa, kalau utk S2 dan S3 ya memang harus agak spesifik.

Wassalam
Kemal

Selasa, 21 April, 2009 17:26
"Tani Indrawan" indrawan@javainspiration.com

secara teoritis lulusan fisika sulit untk bekerja informal, tetapi percayalh namanya rejeki di tangan tuhan. saya lulsan s1 fisika bahkan s2 fisika tapi sy bisa kerja di suatu departemen . dmna departemen sy tidak pernh menark jrsan fisika.
Selasa, 21 April, 2009 17:38
"Gandri Narandu" gundrie_11@yahoo.com
waha..tanggapanya keren2,..
buat kak indarta...
ho, bukanya klo di ITB geofisika itu masuk FITB ya kak??klo di ITB MIPA Fiska setahu saya ga ada geofisikanya, denger2 sih..tapi ga tw juga..
hmm..saya udh ngesearch prospek jurusam yg 5 thn kedepan bgs,hhe..
tek fisika masuk, kan pemerintah lagi ngerancanain progam 1000 engginering buat perkembangan energi, PLTA,PLTU gitu...
Tapi ttep Geofiska sama Geologi yang jadi prospek tercerah, hehe..Mkanya pilihan ketiga saya di ITB ,FITB..hehe

Buad kak kemal..
Setuju2 kak, itu juga pertimbangan saya, tapi kan jarang2 juga klo da tulisan lowongan pekerjaan, Di butuhkan MIPA-Fiska,, hhe..lebih cendrung Tek Informatika,
hmm.mungkin saya bakal ambil STT Telkom klo ambil jurusanya Tek Telekomunikasi, soalnya Telekomunikasi tu ga bakal habis dimakan jaman,
selain itu setahu saya yang fav bwd itu jurusan cuma STT,sama ITB..Makanya ntar mw test lagi,jalan masih panjang..jangan sampai menyesal..hhe

Rabu, 22 April, 2009 08:47
"Indarta Aji" indarta_aji@yahoo.co.id

Oh iya, maaf salah Teknik geofisika itu masuknya FITB.
Dulu ada geofisika MIPA, tapi sudah digabung sama Teknik Geofisika, jadi sekarang yang ada Fisika Bumi (Program Studi Fisika).

Kalau mau prospek yang kedepan jelas mungkin coba mendalami geothermal aja, di Fisika Bumi ada, Teknik Geofisika. Kalau tidak masuk nuklir seperti saya. hehehe....
yang jelas jika berkaitan dengan energi sekarang sedang berkembang pesat.

Rabu, 22 April, 2009 11:26
"Gandri Narandu" gundrie_11@yahoo.com

Hmm..bukan kak,,Klo di FITB adanya geofiska, tapi teknik Geofisika masuknya ke FTML, tapi sejak thun 2005 Geofisika di FITB udah ga ada,,dianggap sama kyk tek geofisika,,dari perkembangan di ITB sih seperti itu saya kira..hhe
Yg saya bingung, lantas apa bedanya Geofisika Mipa di itb sama yg Geofisika dlu di FITB,.padahal sekarang geofisika di FITB udah ga ada..
Nuklir??bukan cuma ada di UGM ya kak Indarta??
waha, berarti ujung2nya kerja di Puspiptek donk..hhe

Kamis, 23 April, 2009 10:59
"dit78er" di2003@alumni.soton.ac.uk

Hallo,

Terlepas dari pengaruh tangan tuhan:-), mungkin bisa jadi PR untuk HFI untuk membuat program yang dapat memberi pencerahan kepada siswa-siswa SMA yang tertarik masuk Fisika ya. Waktu saya ingin masuk perguruan tinggi juga banyak yang berubah tidak jadi masuk fisika karena minim info tentang prospek kerjanya, Kalau dulu sih saya kebayangnya mungkin hanya bidang riset saja ya, padahal menurut IOP (Institute of Physics) di UK saja hanya 10% yang bekerja sebagai peneliti dan saya yakin 90%nya nggak pada menganggur.. .hehe. Kalau di Indonesia mungkin rasio (yang jadi peneliti) berbeda tapi estimasi saya sepertinya tetap minoritas yang akhirnya jadi peneliti.

Saya sendiri bukan lulusan fisika tapi sempat juga kecelup setengah kaki karena PhD saya di bidang Kimia Fisika :-) . Tapi di bidang kerja saya sekarang di industri, sering juga kok ketemu lulusan fisika diluar peneliti dan sales engineer (bukan selera saya tapi banyak peluang disitu tuh). Banyak juga yang kerja di lab industri dan bahkan kalau ada minat di pasar saham dan konsultan bisnis (kalau mengerti konsep entropi, saya pikir bisa deh jago jadi politisi atau pebisnis :-)).

Senin, 27 April, 2009 08:52
"Wahyuadi Tri Ananto"
kok sama y..
apa mungkin kesenangan fisika bakal mengarah ke hilir yang sama,.
tapi kalau kita lihat cerita ketiga ilmuwan yang menelurkan teori model standard (kalo ga salah), saya dapet cerita ini dari Pak Terry Mart (Seminar "Ayat - ayat Semesta" di FMIPA-UI), bahwa dari ketiganya malah semakin menguatkan apa yang mereka jadikan pegangan selama ini. Yang Islam (Abdus Salam) semakin Islam dan yang Yahudi (salah satu dari 2-Glashow or Weinberg) semakin Yahudi,.
Jadi, "sufisika" itu bisa dibilang hidayah (-hadiah)bukan?


Selasa, 28 April, 2009 17:21
"Rasahgelo" rasahgelo@yahoo.com

dalam thread 'prospek MIPA fisika' ini saya melihat ada dua saran yang bagus dari mas sigit j.h. dan mas agusta k. saran mereka keluar dari cara pandang umum bahwa masuk jurusan A akan mempercepat dalam mencari kerja. bisa ditebak bahwa jurusan A ini sebagian besar berada di dalam fakultas teknik.

terlepas dari yang gaib (jodoh, rejeki, dan mati), pandangan ini tidak salah. apalagi jika mengingat kondisi dalam negeri yang (masihkah?) menggalakkan pembangunan fisik.

sekadar sesen dua dari saya, dalam setiap kesempatan briefing ke sekolah-sekolah di kampung halaman, saya hampir selalu mendapat pertanyaan tentang jurusan yang prospektif ke depannya. jawaban saya sementara ini selalu 'lupakan untuk sementara jurusan-jurusan yang --katanya-- menjanjikan pekerjaan' dan 'pilih jurusan yang sesuai dengan kemauan dan kemampuan.'

belajar di bidang yang kita sukai yang kita bisa berprestasi di dalamnya, insya Allah dengan sendirinya akan mendatangkan peluang-peluang bagi kita. yang agak susah kalo kita gak tahu apa yang kita mau.

Rabu, 29 April, 2009 00:09
"fisika_farica" fisika_farica@yahoo.co.uk

halo,

Awalnya juga saya takut akan prospek ke depan yang dimiliki seorang fisikawan.
Tetapi, setelah dipikir-pikir, bidang ilmu apapun, memiliki prospek nya sendiri.
Misalnya saja, untuk akuntansi yang mitosnya "mudah mencari kerja", memang pekerjaan yang tersedia banyak, tetapi berapa banyak yang memiliki gelar dalam bidang akuntansi?
sama saja dengan fisika. Memang pekerjaan yang tersedia relatif sedikit daripada bidang managemen atau akuntansi, atau bidang lainnya yang memiliki prospek kerja yang "banyak" itu.
Tetapi patut dipikirkan bahwa ahli di bidang fisika itu lebih sedikit sehingga tentu saja untuk melamar di bidang yang terkait dengan fisika lebih mudah.

Jadi menurut saya, studilah di bidang yang Anda minati. Niscaya akan lebih baik daripada studi di bidang yang tidak Anda sukai (Bayangkan seumur hidup Anda melakukan pekerjaan yang Anda tidak sukai! Kuliah di bidang yang tidak disukai pun malas kan...).

Rabu, 29 April, 2009 06:56
"A. Muzi Marpaung" kakmuzi@gmail.com

saya alumni teknologi pangan, sempat lama bekerja di industri pangan. sekarang menjalankan bisnis sendiri yang menawarkan produk dan program seputar sains (fisika, kimia, biologi) yang menyenangkan. Alhamdulillaah, bisnis kami tumbuh dengan sangat baik. Dan yang terpenting, saya punya kesempatan banyak untuk melakukan hal-hal yang saya sukai.

ini cuma contoh kecil, bahwa orang dengan latar belakang bukan sains murni (fisika, kimia, biologi) ternyata malah bisa dihidupi oleh bidang yang konon berprospek suram itu.

Jadi, semua terpulang kepada Anda. Renungkan baik-baik. Ketika suatu saat ajal menjemput Anda, Anda ingin meninggalkan apa di muka bumi ini? Amalan baik tentu saja, tetapi di bidang apa?

Rabu, 29 April, 2009 10:59
"Insan Kamil" thekamilsoleh@yahoo.com

Maaf, saya tidak mengikuti perbincangan dari awal, namun ingin ikut menanggapi..
Masalah prospek fisika, kebetulan saya adalah baru saja menjadi alumni Fisika ITB. Memang banyak alumni Fisika yang kemudian menjadi pengajar, baik di SMP, SMU, bimbingan pelajar, perguruan tinggi baik di bidang Fisika atau bidang lain. (yang saya tahu ada yang kemudian menjadi pengajar matematika, ekonomi, bahkan filsafat). Bekerja di lembaga penelitian baik di dalam negri maupun di luar negri. Lainnya banyak tersebar di perusahaan perminyakan dan pertambangan, teknologi informasi, industri elektronika, dsb.
Namun banyak juga alumni fisika yang bekerja diluar bidang fisika, diantaranya di bidang perbankan, ekonomi, politik, filsafat, sosial, industri jasa (restaurant, kerjinan, pertanian, peternakan, dll) Salah satu alumni fisika yang ngetop jadi ekonom adalah Bapak Umor Juoro . Dan tentunya Bang Roby Muhammad , yang ngetop dengan ilmu sosialnya. Ketua jurusan Fisika ITB pernah cerita, ada alumni Fisika juga yang merupakan salah satu marketing Unilever untuk kawasan Asia.
Bahkan teman-teman yang tidak lulus fisika ITB (atau bahasa yang lebih kasar "DO") pun banyak yang sukses.. Ambil contoh Bapak Rizal Ramli.. Setahu saya dia pernah kuliah di Fisika ITB. Sekarang jadi Capres kan..Dosen saya pernah cerita, temannya tidak bisa melanjutkan kuliah di Fisika ITB karena terlalu banyak memberi privat ketika kuliah. Kemudian dia pindah ke Jogja. Menurut berita terakhir, diapun sukses membuka lembaga privat di Jogja sana.Beberapa teman saya karena beberapa hal juga tidak bisa lulus dari fisika ITB, kemudian ada yang pindah ke Unpad, ITS, dsb. Dan ternyata mereka bisa sukses disana.
Banyak hal yang dipelajari di Fisika, kemudian bisa diterapkan di dunia kerja. Namun banyak juga yang kemudian melenceng dari bidang Fisika. Mereka bisa sukses disana karena terbiasa menyelesaikan masalah yang rumit menjadi bagian-bagian yang lebih sederhana, dan pola penyelesaian masalah yang terstruktur.

Sabtu, 2 Mei, 2009 13:28
"Indarta Aji" indarta_aji@yahoo.co.id

Masuk nuklir bukan berarti lapangan pekerjaannya hanya di puspitek.... siemens, mitsubishi, toshiba, prusahaan instrumentasi dan manufaktur lainnya sebenarnya juga memproduksi Nuclear Power Plant, jadi saya bisa kerja di mana saja.... di Lab.. lab nuklir di luar negeri juga banyak.

Sabtu, 2 Mei, 2009 19:41
"Gabrielle Possenti" gabriellepossenti@yahoo.co.id

hehhe, jdi pngen join. saya posenti, skrang si msi klas 3, dan lgi cri kuliah. rncana si ngmbil mipa fisika. tpi bngung ma mipa fisika yg mna, dan ma university yg mna msi lon jlas. rncana si ngmbil spmb. dri sna bsa kn??? sebelum na teri,a kasih

Sabtu, 2 Mei, 2009 21:49
"fismat2002@yahoo.com" fismat2002@yahoo.com

Diskusi ini jadi menarik ...
Ikut sharing yah

Jangan pernah takut dan menyesal ambil jurusan fisika, bagi orang fisika yang dituntut berfikir kritis maka menghadapi kehidupan yang sulit harusnya juga mampu, buktinya walau tidak bekerja di bidang fisika juga pada mampu koq, pekerjaan tidak harus sesuai dengan jurusan dan itu sangat bergantung dari pribadi masing masing.

Saya sendiri guru fisika, tapi saya juga ga mau ketinggalan dengan bidang yang lain akhirnya saya perkaya ilmu saya di bidang lainnya yang memungkinkan adanya pengembangan diri mjd lebih baik.

Kini saya sudah sedikit menikmati hikmah di jurusan ini, efek pengiring dari biasa dituntut berfikir kritis menjadikan saya harus mampu mengikuti hal hal baru hubungannya dengan dunia global. Berbekal itu saya bisa keliling di lebih dari 14 negara untuk mengikuti berbagai konferensi dan presentasi disana, sesuatu kesempatan yang masih jarang ada di guru.

Yang penting yakin akan tujuan kita dan tetap pada pendirian yang benar.

Ingat :
Hidup itu dengan keahlian bukan dengan pendidikan.

Maaf jika ada yang berlebihan.

Sabtu, 2 Mei, 2009 22:48
"onex's gunawan" on_exs02@yahoo.com

Dear semua(adek2, temen2, dan anggota milis fisika)

Tidak hanya sekarang,,,dr dulu banyak yg ragu prospek karir bagi sarjana fisika...saya sendiri alumni dr jurs fisika teori,,,,tidk munafik..diri saya dulu juga ikut ragu,,,,tp karena kecintaan yg tulus thp ilmu fisika....akhirnya saya siap dengan apapun resikonya ke depan saya yakin apapun bidang nya...klo di tekuni secara serius...pasti ada manfaat dan hikmahnya,,, ,,setelah bergelut di jurusan fisika selama 4 thn, sempat terfikir,,,apakah laku fisika kuantum,mekanika kuantum,fisika inti,,,termonuklir, ,di indonesia ini,,,? mau ngambil kbi geofisika, eh ada teknik geofisika, mau ngambil kbi instrumen,eh ada teknik intrumen an elektro,,,jujur saya sangat ragu saat itu....dalm pikiran saya dulu ,,yah,,paling2 ngajar di BIMBEL nih....
jujur saja setelah tamat...saya sempat mengajar di bimbel selama 1 thn.. mulai 2006,,,sempat prustasi...ikut tes di BATAN ampe 2x nggak lolos2...tapi satu keyakinan dlm diri saya...tidak ada yg sia2 selama yg kita lakukan tulus,,,,,,,
AKHIRNYA.... pertengahan 2008 keraguan saya terjawab sudah...mata saya seakan2 di bukakan oleh Tuhan lebar2,,,,ketulusan itu terbayar sudah....setelah mengirimkan ratusan lebih surat lamaran dengan titel sarjana "FISIKA TEORY" 12 sept 2008 jam o9.34 saya mendapat telfon dari salah satu perusahan perbankan asing....... kata2 awal yg saya dengar..I need u.....
gila.....apa yg bisa saya perbuat dg ilmu fisika di perusahaan sebesar itu...
mungkin adek2 atau teman2 pernah dengar "EKONOFISIKA" ..beberapa buku pengantar memang sempat saya baca..ternyata. ..hampir 80% perusahaan perbank asing memerlukan sarjana fisika sebagai analis mereka....memang agak menyimpang kedengaranya, ,,tp, sumpah...ilmu fisika benar2 di gunakan ....mulai dr teory chaos utk sebaran partikel,gerak acak brown, teory montecarlo, sampai,,,,pers schordinger, ,,di pake semua..utuk menentukan gerak acak naik turunnya saham dan nilai tukar mata uang...probabilitas pertumbuhan ekonomi...tentunya cara berfikir yg sistematis,, ,dan analitical skill di fisika berguna banget....masalah salary mereka sanggup bayar gede...jelas saja..jurusan mana yg mempelajari persamaan pers schordinger secara gamblang selain fisika teory....saya sempat terkejut...saat teori interaksi tarik-menarik dan tolak partikel inti deutrium di gunakan utuk menentukan probabilitas transaksi perbank'kan cukup dg pers schordinger, , ,hanya bedanya klo di fisika yg jd acuan potensial energi nya...klo di perbankan faktor2 ekonomi, loans sistem, macro, micro ekonom, yg jd acuan.....

mudah2an,,,ini bisa mnjawab keraguan adek2...karena FISIKA ADALAH ILMU UNIVERSAL,FISIKA TIDAK HANYA BERKUTAT DI REAKTOR NUKLIR,,,,PARTIKEL, ,GELOMBANG. ..SEKARANG FISIKA SUDAH MASUK KE ERA BARU....FISIKA ADALAH ILMU MASA DEPAN...SIAPA YG MENGUASAI FISIKA BEARTI MENGUASAI MASA DEPAN,,ITU YANG DI KATAKAN DOSEN SAYA... "TERNYATA BENAR,,," U CAN DO EVERYTHING U THINK"

UTUK TEMAN2 FISIKA..PLEASE. ..BANTU ADIK2 KITA, YAKIN KAN MEREKA BAHWA MEMILIH FISIKA BUKAN SUATU KESALAHAN... INI ADALAH TANGGUNG JAWAB KITA...


Minggu, 3 Mei, 2009 00:27
"Gandri Narandu" gundrie_11@yahoo.com

hoho,,makasih kak gunawan atas motivasinya, ,
nanti saya pikirkan lagi, yg penting sekarang saya mau berusaha byar bisa tembus Tek fisika itb..hehe..
thx alot,,udah ngediscribe panjang bgd,,wah, brati skrng kakak dah jadi orng sukses y??weleh2, Insya Allah saya akan menyusul..amin,

Minggu, 3 Mei, 2009 22:28
"Suharyo Sumowidagdo" sumowidagdo@gmail.com

Jawaban yang subjektif:

Karena saya alumnus Fisika UI, pasti saya sarankan pilih Fisika UI.

Jawaban yang objektif:

Penyelenggaraan program studi Fisika di Indonesia masih dikuasai oleh perguruan tinggi negeri. Estimasi saya (terbatas dengan yang bisa saya pelajari dari sini) ada sekitar 6 s/d 10 PTN yang memiliki program studi Fisika yang reliable.

- Salah satu kriteria besar/tidaknya program studi adalah apakah program studi ybs sudah menyelenggarakan program pascasarjana (S2/S3) Fisika disamping S1. Penyelenggaraan program S2/S3 membutuhkan jumlah minimal staf akademik yang sudah menyelesaikan S3, jadi ada korelasi antara keberadaan program S2/S3 dengan jumlah staf akademik.

- Anda bisa mengecek website program studi yang bersangkutan. Gunakan google search 'Fisika [Nama Perguruan Tinggi]'. Website yang bagus dan lengkap informasinya merupakan indikasi bahwa staf program studi ybs memiliki keinginan/kepedulia n untuk mempromosikan program studi ybs.

- Anda bisa mengecek di artikel-artikel tentang sains di surat kabar, staf/dosen/alumni dari program studi Fisika di perguruan tinggi mana yang aktif menulis di surat kabar, aktif dalam kiprah sainstek di Indonesia, pembinaan tim olimpiade, mendapat penghargaan Habibie atau Bakrie, dan sebagainya.

- Anda bisa mengecek status akreditasi program studi ybs dan mencari yang sudah mendapat akreditasi 'A'.

Senin, 4 Mei, 2009 13:50
"Indarta Aji" indarta_aji@yahoo.co.id

untuk mas suharyo? kalau selain alumni UI ingin melamar menjadi dosen di UI prosedurnya bagaimana?

terima kasih
indarta kuncoro aji
Senin, 4 Mei, 2009 14:22
"Suharyo Sumowidagdo" sumowidagdo@gmail.com
Mas Aji, saya bukan staf akademis di UI, jadi tidak kompeten untuk menjawabnya.


Selasa, 5 Mei, 2009 07:39
"dit78er" di2003@alumni.soton.ac.uk

Hallo,
Saya juga bukan staf akademis dan alumni UI, tapi kalau tahun lalu sih, lowongan untuk dosen di UI ada iklannya. Saya lihatnya dikompas waktu itu. Kalau tertarik jadi dosen disana, coba saja sering-sering lihat iklan lowongan dikoran.

Sekalian tanya, kalau menjadi dosen paruh waktu, kira-kira peluangannya banyak nggak ya di jakarta untuk bidang sains/teknik, terutama jurusan fisika/kimia/ teknik kimia?

Terima kasih sebelumnya.

Dan

Selasa, 5 Mei, 2009 18:27
"Suharyo Sumowidagdo" sumowidagdo@gmail.com

Menyingkapi permasalahan prospek fisika (lagi)...

Kita semua yang alumni/sedang kuliah di Departemen Fisika, sudah mengetahui bahwa alumni Departemen Fisika ada yang sukses sebagai ... (isi sendiri).

Namun fakta itu tidak diketahui orang awam. Sebagian besar, adalah karena kurangnya ekspose tokoh-tokoh Indonesia yang alumni lulusan Departemen Fisika. Rizal Ramli, Umar Juoro, Tubagus Haryono, Aning Katamsi, I Made Wiryana, mendiang Pater J. Drost, mantan rektor ITB Lilik Hendradjaja, jarang sekali diekspose surat kabar sebagai alumni Departemen Fisika. Demikianlah tokoh-tokoh dunia seperti Javier Solana atau Angela Merkel.

Sure, setiap orang tahu dan mengagumi Albert Einstein. Namun siswa SMA *BUKAN* Albert Einstein, dan mereka memilih jurusan Fisika *TIDAK* untuk menjadi Albert Einstein. Dengan analog yang sama siswa SMU *TIDAK* memilih masuk AKABRI karena ingin menjadi Jenderal Sudirman. Mereka masuk AKABRI karena prospek yang cerah sebagai prajurit profesional. Maka wajar kalau siswa SMA yang tertarik fisika ingin tahu career option apa yang tersedia bagi alumni Departemen Fisika. Dan ini sah-sah saja !

Dalam semua website/brosur/ promosi Departemen Fisika yang saya lihat, kesalahan utama yang saya lihat pada bagian 'Prospek Alumni' adalah:

* Meletakkan banyak sekali nama-nama lembaga/institusi pemerintah terutama institusi penelitian sementara untuk industri/swasta porsinya *jarang* melebihi jumlah nama-nama lembaga/institusi pemerintah. *

Mengapa tidak menuliskan seperti:

"Hanya 5-10% Alumni Departemen Fisika yang memilih untuk meneruskan karir dalam bidang akademik. 90% Alumni Departemen Fisika telah berhasil mendapatkan pekerjaan di sektor industri dan swasta."

ditambah dengan contoh-contoh konkret perusahaan dimana alumni telah sukses. Nama perusahaan eksplorasi minyak, elektronika, material, besi, alat medis, komputer, bank, etc etc. Disinilah peran bank data (data base) alumni berperan sekali. Kalau perlu nama-nama sektor pemerintahan/ akademia dihilangkan sekalian.

Demikian pula profil alumni yang telah sukses dalam karir *di luar akademia* menjadi sangat penting, karena itu merupakan *bukti* dan bukan sekedar tulisan di brosur.

Saya bandingkan, media promosi di Fakultas lain seperti Teknik atau Ilmu Komputer, lebih menekankan career option di sektor industri dan swasta.

Pribadi, saya memang memilih berkarir di akademia, namun mau tidak mau tertarik juga untuk berpikir 'out-of-the- box' bagaimana untuk mempromosikan fisika dalam konteks ini.

Haryo

Selasa, 5 Mei, 2009 20:21
"Gandri Narandu" gundrie_11@yahoo.com

hmm..kak haryo..boleh nanya ga??
brati seebenernya bnyk ga sih alumni fisika khususnya yg dari ui kerja di suatu perusahaan2 gitu??dibandingkan teknik2 (if,industri, mesin) lebih besar mana peluangnya?? saya rasa lbih besar teknik..benar tdk kak??

Selasa, 5 Mei, 2009 22:56
"Irwansyah Irwansyah" irwansyah@gmail.com
Saya cuma ingin menyampaikan rasa salut saya kepada para penghuni milis ini. Milis ini adalah milist terbaik yang pernah saya ikuti. Banyak masukan yang saya terima dan orang-orangnya sangat suportif sekali.
Sayang saya bukan orang Fisika :

Rabu, 6 Mei, 2009 05:04
"Haryo Sumowidagdo" haryo@fnal.gov
Saya ambil statistik dari angkatan saya sendiri: sekitar 60 orang, 4 orang akhirnya memilih jalur akademia (3 orang sudah PhD, 1 orang mendekati). Sisanya setahu saya menyebar: industri elektronik, industri komputer and telekomunikasi, wiraswasta/home industry, human resources. Dari angkatan2 di atas dan di bawah saya: bank, industri eksplorasi sumber daya alam (migas), industri instrumen/peralatan medis, pasar modal/bank, industri material/logam, industri semikonduktor, industri televisi/media. Saya kira profil pekerjaan alumni di Departemen-departem en Fisika lain juga akan serupa.

Saya lebih melihat prospek kelam fisika seperti ramalan yang diciptakan, tidak berdasar, namun akhirnya benar-benar terjadi (self-fulfilling prophecy). Karena fisika kurang populer, akhirnya sebagian mahasiswa yang masuk juga kelas dua, mahasiswa yang tidak memiliki visi yang luas dan berani mencari kesempatan. Jadi seperti lingkaran setan.

Soal peluang, itu sulit dikuantifikasi. Karena persentase/fraksi lulusan bekerja dimana tidak bisa disamakan dengan peluang. Peluang itu subjektif, tergantung kepada asumsi awal (prinsip teori peluang Bayesian). Bagi saya, peluang itu sebagian diberikan (oleh Departemen, oleh Perguruan Tinggi, negara, lingkungan), namun sebagian harus diciptakan sendiri. Jujur saja, ketika saya memilih fisika 15 tahun lalu, tidak sedikit pun terbayang saya akan diberi peluang sejauh ini.

Kelebihan di Teknik yang sering saya lihat adalah kuatnya jaringan alumni dan recruitment mereka, dan semangat enterpreneurship. Ini yang saya lihat masih kurang di Fisika. Tambah lagi, cukup banyak alumni Fisika yang sukses namun tidak (atau malu) mau mengakui dulunya menyelesaikan pendidikan di Fisika.


Rabu, 6 Mei, 2009 08:05
"rudy irianto" rud_ir@yahoo.com

Ada satu masalah yang lain lagi dalam perekrutan pegawai di perusahaan-perusaha an, kebanyakan mereka, orang bagian HRD nya tidak mengerti apa-apa tentang fisika, dan apa yang dikerjakan orang fisika, sehingga kadang-kadang mereka minta ada ngga pengalaman pekerjaan yang lain, ya sekitar 5 tahunan gitu.

Kalo masalahnya cari kerja, peluang mendapatkan perkerjaan pada bidang fisika, kalo ngga dapet di Indonesia ya keluar negeri aja. Why not gitu? Banyak lho bidang pekerjaan yang tersedia di luar negeri sana. Coba liat di www.physicsworld. com, terus klik di tab Physics Job. Kebanyakan sih emang pekerjaanya adalah bidang penelitian. Kalo pingin kerja di luar negeri, persiapkan bahasanya, terutama bahasa Inggris ,dan kalo bisa bahasa negera setempat kita bekerja juga dikuasai.

Ambil S1 di sini,belajar yang bener, giat,dan terus semangat, kemudian lanjut cari beasiswa master/S2 di luar negeri(misal: Erasmus Mundus, Chevening, dll), lalu gelar masternya bisa dipakai untuk cari kerja diluar negeri atau lanjut ke PhD/S3. Gelar master/PhD udah pasti bisa dijual.

Rabu, 6 Mei, 2009 09:56
"Iwan Sugihartono" ione06@yahoo.com

Ayo pilih Fisika jangan ragu......jika tekun pasti bisa...prospek? ? BAGUS....yakinlah! !!!

Setuju dengan penjelasan Mas Haryo dan Mas Rudy....Anyway, dulu saya juga merasa takut, tapi setelah masuk Fisika UI, ternyata asisten2 kooperatif (salah satunya Mas Haryo)membantu kita. Ga perlu takutlah, asal rajin dan ulet belajar kita pasti bisa. Sebaliknya kalo kita kurang kerja keras dibidang yang dikatakan "mudah"-pun ya akan susah berhasil.

Rabu, 6 Mei, 2009 16:32
"Suharyo Sumowidagdo" sumowidagdo@gmail.com

> Ada satu masalah yang lain lagi dalam perekrutan pegawai di perusahaan-perusaha an, kebanyakan mereka, orang bagian HRD nya tidak mengerti apa-apa tentang fisika, dan apa yang dikerjakan orang fisika, sehingga kadang-kadang mereka minta ada ngga pengalaman pekerjaan yang lain, ya sekitar 5 tahunan gitu.

Ini point yang bagus sekali. Memang fakta ini, sekali lagi, merefleksikan ketidaktahuan masyarakat kita kepada karakteristik dan kualitas dari lulusan Departemen Fisika. Satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah membuat database perusahaan-perusaha an yang sudah memiliki pengalaman dalam menrekrut dan mempekerjakan lulusan fisika sebelumnya. Mengingat pendidikan sarjana fisika di Indonesia sudah ada selama 50 tahun lebih, seharusnya daftarnya sudah panjang, hanya tidak pernah dibuat saja.

> Kalo masalahnya cari kerja, peluang mendapatkan perkerjaan pada bidang fisika, kalo ngga dapet di Indonesia ya keluar negeri aja. Why not gitu? Banyak lho bidang pekerjaan yang tersedia di luar negeri sana. Coba liat di www.physicsworld. com, terus klik di tab Physics Job. Kebanyakan sih emang pekerjaanya adalah bidang penelitian. Kalo pingin kerja di luar negeri, persiapkan bahasanya, terutama bahasa Inggris ,dan kalo bisa bahasa negera setempat kita bekerja juga dikuasai.

PhysicsJob (dan situs serupa di AS) sebenarnya pun masih kurang sesuai dengan diskusi ini. Alasannya banyak pekerjaan yang ditawarkan memerlukan gelar lanjutan.

Untuk banyak kasus, memang benar bahwa kelihatannya lebih prospektif untuk mencari kerja di LN. Situasi dengan HRD nya berbeda. Namun saya kira agak sulit jika harus melalui tahap studi lanjutan (S2/S3) terlebih dahulu (kecuali jika memang targetnya akademia). Disini juga terlihat jelas pentingnya kemampuan berbahasa asing. Jangan dilupakan bahwa go international berarti juga berkompetisi dengan orang dari tempat-tempat lain.

Setahu saya ada sebenarnya cabang perusahaan asing di Indonesia yang merekrut pegawai di Indonesia, perusahaan2 migas setahu saya hampir semuanya masuk kategori ini. Milis-ers lain ada yang punya pengalaman soal ini ?

Salah satu sektor di LN yang sangat banyak menyerap lulusan fisika adalah sektor akademia, namun pekerjaanya sendiri bukan sebagai penelitian. Fasilitas riset besar di LN, baik di industri swasta maupun lembaga pemerintah, membutuhkan banyak sekali teknisi dan staf lapangan yang menguasai fisika tapi juga memiliki keahlian luas yang umumnya dikuasai lulusan teknik (matematika, elektronika, instrumentasi, komputer, metode laboratorium) . Namun job description- nya sendiri bukan penelitian. Job description- nya adalah membantu dan bekerja sama dengan peneliti-nya, dalam kapasitas sebagai teknisi. Saya cukup banyak berinteraksi dengan orang-orang semacam itu, baik dulu di Fermilab maupun sekarang di CERN. Pekerjaan semacam itu, percaya atau tidak, standard gajinya justru lebih besar dibandingkan gaji peneliti (postdoc), sekitar 25-50% lebih tinggi !

Beberapa job description untuk posisi seperti ini:

- staf analisis data/data handling di observatorium/ station pengamatan.

- staf pendukung 24/7 untuk jaringan komputer dan cluster komputer.

- staf teknisi elektronik/mekanik untuk memperbaiki komponen-komponen alat-alat penelitian

- staf teknisi untuk pengoperasian fasilitas riset, seperti penyediaan gas helium/nitrogen, sistem HVAC.

- staf instrumentasi untuk sistem kendali fasilitas penelitian.

Pekerjaan hampir semua bertema teknik/informatika. Bedanya adalah client-nya scientist dan bukan industri.


komentar diatas merupakan ide rekan

11 komentar:

Suromenggolo mengatakan...

Ikut menambahkan sharing pengalaman mengenai prospek lulusan fisika.
@ Adik Gandri Narandu dan juga adik2 yang lain yang mungkin akan masuk dunia fisika: Nggak usah bingung2 yang penting ambil bidang yang anda senangi dan cintai kemudian tekuni, bidang tersebut. Setelah lulus mau bekerja dimana, itu pilihan individu masing-masing. Dan ingat bahwa rezeki sudah ada yang mengatur, yang penting kita berusaha dan banyak berdo'a. Istilahnya tak kan lari gunung di kejar. Kalau itu hak kita pastikan akan datang ke kita.

Saya juga salah satu alumni fisika ITB. Lulus akhir tahun 97. Pertama masuk dan kuliah di fisika memang sedikit ada keraguan dan terbayang mau bekerja dan dimana setelah saya lulus nanti. Tetapi seiring berjalannya waktu saya bersyukur dan bangga dapat kuliah di Fisika ITB, yang juga terkenal sebagai momok dan sulit untuk dapat lulus dengan cepat dari sini. Dosen-dosennya kebanyakan semuanya adalah killer, nggak ada kompromi dalam memberikan nilai kepada mahasiswanya. Ini juga diakui jurusan lain yang mata kuliahnya masih dipegang oleh dosen fisika. Seperti mata kuliah medan electromagnet yang jadi momok bagi jurusan elektro dan mata kuliah gelombang bagi jurusan mesin. Bagi yang pernah kuliah di fisika ITB tentunya akan tahu bagaimana susahnya untuk sekali ambil bisa lulus mata kuliah yang di pegang oleh Prof Pantur Silaban dan Dr. The Houw Liong. Pengalaman dari 150 an mahasiswa yang ujian fisika modern oleh Pak The Houw Liong, yang mendapat nilai A tidak ada satu pun, Nilia B kalau nggak salah satu orang, dan nilai C tidak lebih dari 5 orang, lainnya nilainya D dan E.

Beberapa keuntungan yang saya dapat selama saya menjadi mahasiswa Fisika, dengan mudah saya bisa menjadi asisten di Lab Fisika Dasar baik di ITB maupun di Univ swasta yang lain. Kesempatan ini belum tentu di nikmati oleh jurusan lainnya. Sambil bisa ngeceng saya dapat mengajari praktikum fisika dari jurusan yang lain dan lumayanlah honornya buat nambah uang saku, he,hee.. Mulai semester 3 saya sangat sibuk menjadi asisten Lab fisika dasar, maklumlah kiriman uang dari ortu tidak cukup untuk biaya hidup di Bandung waktu itu,jadi saya harus menambah dari honor2 jadi assisten lab seperti ini. Dan yang penting lagi pengalaman menjadi asisten di Lab ini menurut saya sangat membantu mendapat pekerjaan setelah saya lulus, saya jadi terbiasa menghadapi dan membimbing orang lain.

Oh ya, selama kuliah mulai semester 3 dimana mata kuliahnya sudah menjurus di fisika, saya nggak pernah lulus satu kali ambil untuk mata kuliah fisika, rata-rata saya mengambil 2 kali untuk mata kuliah yang sama, saya hanya mendapat nilai yang cukup baik di mata kuliah yang berhubungan dengan electronika nya saja. Akhirnya saya putuskan untuk ambil kelompok keahlian ke Electronika & Instrument, yang memang menjadi hobby dan kesenangan saya. Meskipun ada joke katanya bahwa yang masuk bidang Elins adalah orang-orang buangan yang nggak mampu belajar fisika. Tapi nggak apalah yang penting saya senang dan akan saya tekuni bidang ini, he,he..

continue...

Suromenggolo mengatakan...

Akhirnya setelah 5 tahun saya dapat lulus dari fisika meskipun dengan daftar nilai saya yang rantai carbon (banyak nilai C, lulus dengan mendapat predikat kemelut (bukan cumlaude lho ya), IPK saya cukup 2.3 ( He, he menyedihkan ya). Alhasil nggak mungkin lah saya bisa nglamar jadi PNS atau pegawai BUMN, yang biasanya mensyarakat IPK min 2.75. Tetapi menjadi pegawai PNS atau BUMN bukan pilihan hidup saya, jadi no problem lah dengan itu.

Lulus akhir 97 dibarengi dengan mulai terjadinya krisis ekonomi di Indonesia, banyak gelombang PHK, ribuan orang diberhentikan dari pekerjaannya. Bisa dibayangkan ribuan orang di PHK, lha saya koq malah cari pekerjaan, seperti konyol rasanya. Banyak teman2 yang ortunya mampu langsung ambil S2 dengan biaya sendiri, tentu tak ada masalah. Bagi saya itu tak mungkin, saya harus dapatkan pekerjaan.

Alhasil setelah tabrak sana, tabrak sini tidak sampai lebih 2 bulan saya sudah dapatkan pekerjaan, meskipun di perusahaan yang kecil, menurut saya tidak masalah yang penting saya mendapatkan pengalaman kerja dulu. Di pekerjaan saya juga selalu berinteraksi dengan orang2 dari jurusan lain seperti elektro ataupun mesin, dan menurut saya juga nggak ada masalah koq.

Sebetulnya begitu lulus saya sudah di terima di siemens telecom yg di Bandung bersama 5 orang lain, tapi begitu nunggu sign contrac, ada keputusan dari management untuk men suspend sampai batas waktu yang tidak jelas, karena terjadinya crisis ekonomi tadi. Ya saya fikir, memang belum rezeki saya lah, positif thingking saja.

Setelah satu tahun bekerja di perusahaan kecil saya melompat di perusahaan yang lebih besar. Kalau saya hitung2 sampai sekarang saya sudah pindah perussahaan sampai 8x, kalau saya turuti saya bisa pindah pekerjaan setiap tahun nich. Kelihatannya saya sudah masuk kategori kutu loncat ya, he he...,tapi itu membuktikan dengan menyandang predikat lulusan fisika, tidak menjadi halangan bagi saya untuk mendapatkan pekerjaan yang saya inginkan.

continue...

Suromenggolo mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Suromenggolo mengatakan...

Saat ini saya masih berkarir di bidang oil & gas di Indonesia. Sekarang saya diberi tanggung jawab meliputi bidang mechanical, electrical dan instrument. Dan saya bisa mendapatkan gaji yang nggak jelek2 amat menurut saya, 40jt/bln nett di Indonesia.

Dan saya perhatikan ada juga koq yang dari fisika teori sekali pun bisa masuk siemens telecom, ada juga yang dari fisika material sekarang berkarir sebagai drilling engineer di perusahaan oil&gas yang terkenal. Dan masih banyak juga yang berkarir di bidang per bankan, IT, oil service seperti sclumberger, Halliburton yang dari fisika bumi. Beberapa juga masuk di bidang penelitian seperti LIPI, BATAN, dll. Banyak juga yang ambil s2 dan s3 untuk berkarir sebagai dosen. Banyak juga yang sukses sebagai enterpreneur atau wiraswasta sendiri. Tapi juga tidak menutup mata ada juga yang menjadi guru di SMA atau bimbingan2 belajar. Hal seperti ini juga bukan hanya di alami oleh alumni fisika, tapi juga terjadi di alumni2 di jurusan yang lain juga koq. Itu pun menurut saya juga nggak ada masalah, karena kita juga tidak tahu tujuan dan orientasi hidup masing masing individu. Hidup adalah pilihan.
Dan jangan lupa ITB juga pernah dipimpin oleh dua orang rektor yang berasal dari jurusan fisika, yaitu Prof. Dr. Hariadi Supangkat dan Prof. Dr. Lilik Hendrajaya.

Terakhir,Yang menurut saya penting adalah kuasai bidang anda, kuasa software2 yang berhubungan dengan skill anda. Dan jangan lupa bahasa english juga sangat penting untuk menghadapi persaingan global.

Kalau anda sekarang sudah menjadi salah satu mahasiswa fisika, saya ucapkan selamat menghadapi dunia fisika yang penuh tantangan, karena anda perlu usaha dan perjuangan yang keras untuk bisa lolos dari situ. Anda akan banyak mendapatkan suka dan duka selama menempuh pendidikan fisika. Kalau anda punya nyali,jangan ragu2 masuk dunia fisika, maju terus dan pantang mundur.

Don't worry be happy.
salam fisika. hanoman.putih@yahoo.com

fisikasastra mengatakan...

saya nggak sengaja baca blog ini saat saya emang lagi nyari-nyari info bagaimana prospek jurusan fisika murni.
saya mahasiswi fisika ugm baru masuk di tahun pertama, dan sekarang saya baru mikir gimana nanti saya kerja. teme-temen banyak yang optimis kuk, mereka kebanyakan pengen kerja di chevron atau pertamina, padahal pas saya nyari barusan, kedua perusahaan tersebut nggak nerima jurusan fisika. saya kurang paham.
tapi yang ngebuat saya nggak bisa lari dari fisika, bapak dosen, pak kamsul, sering banget bilang, 'hayo udah pada beli formulir um-ugm yang baru belum? bapak tau kebanyakan dari kalian masuk fisika itu karena terpeleset, sekarang bapak malah sangat-sangat mendukung jika kalian ingin pergi dari fisika. kalian pasti pikir kan fisika nanti kerjanya jadi apa. mending teknik, kedokteran, y kan? sekarang saya dukung kalian, bagi yang nggak mampu beli formulirnya, hubungi saya, saya bayarin, daripada saya dosa nyiksa anak orang buat nggak ikhlas belajar fisika'...
huhuhuhu, tapi kata beliau-beliau, jurusan ilmu murni untuk 10tahun mnendatang di lirik kuk. malah kan di luar negri yang ditekankan kan di bidang murni riset begitu. indonesia masih berkembang, jadi yang lebih di tekankan orang-orang yang bukan murni.
insya Allah, pekerjaan akan datang sendiri, asal kita mencintai dan selalu kerja keras. hamasah!

didikochan mengatakan...

Silahkan baca blog ini, mungkin bisa menjadi inspirasi http://berbual.com/tentang-saya/, saya ambil dari salah satu alumni fisika.
Saya sendiri adalah lulusan fisika teori, sekarang kembali ke jalan yg benar kembali ke dunia penelitian :) , setelah lebih dari 2 tahun menjadi Instrumnet Engineer di Perusahaan Power Plant.
Jangan takut memilih fisika, yakin anda bisa mendapat pekerjaan yang baik, asalkan mendalami fisika dengan sungguh2.
Di halliburton atau schlumberger tesnya biasanya ada fisika, tentu bagi orang fisika tidak menjadi masalah jika kita telah paham dengan materi2 fisika.
Keep on fight.

Harian Bangga mengatakan...

Dear
All

Salam Sukses selalu..

Kepada semua rekan yang mmpunyai teknik dasar atau skill dalam hal instrumentasi kalibrasi dan sistem automotisasi, silahkan menghubungi saya via email to:
harba_daily@yahoo.co.id
harian.bangga@cv-mil.com

untuk bbrapa projek yang sedang ditangani dan projek ke depan, saya membutuhkan banyak man power skill dalam bidang itu untuk perusahaan saya. projek2nya terdapat di seluruh Indonesia.
informasi lebih lanjut, setelah rekan-rekan mengkonfirmasi saya via email.

saya tunggu segera feed back dari rekan-rekan.

THanks & Best Regards
Harian Bangga

UyiEl Takkan PatahSemangadh mengatakan...

setelah sya membaca p0stingan kakak2 semuany,,sya saluT dan sya ucapkan trimakasih atas masukanny,.
saya adlh se0rang pelajar SMA yg insya allah lulus beberapa bln lg,. Amin . . .
dari p0stingan yg sya bca di atas telah dip0sting pd thn 2009,,sedangkan sya lulusan 2012,.
jadi untuk peluang kerja jurusan Fisika dibandingkan Ge0fisika 4th ke dpn bagaimana ? ? ?
sya masiH ragu untuk mengambil Fisika at0 Ge0fisika UGM,.
m0h0n bantuanny . . .
trimakasih sblmny,.a ucapkan trimakasih atas masukanny,.
saya adlh se0rang pelajar SMA yg insya allah lulus beberapa bln lg,. Amin . . .
dari p0stingan yg sya bca di atas telah dip0sting pd thn 2009,,sedangkan sya lulusan 2012,.
jadi untuk peluang kerja jurusan Fisika dibandingkan Ge0fisika 4th ke dpn bagaimana ? ? ?
sya masiH ragu untuk mengambil Fisika at0 Ge0fisika UGM,.
m0h0n bantuanny . . .
trimakasih sblmny,.

moroot's area's mengatakan...

terima kasih kepada semua kakak kaka yang telah mempostingkan komeny di blog ini sehingga saya dapat membacanya dan mendapatkan pemahaman yang sangat akan prospek jurusan fisika murni ini.
awalnya saya sedikit takut akan prospeknya
setiap penjurusan di fisika murni sudah ada teknik nya jadi peluang kerja untuk lulusan fisika murni sedikit tertutup..
namun sekarang pemikiran saya terbuka oleh bantuan kakak sekalian
thanks..
saya mengharapkan informasi lebih dari kakak semuanya ...

Shelcy mengatakan...

Terima kasih bwt ka2k senior atas informasix, saia mdapat pencerahan kmbali. Terus terang saya jg tamatan fisika murni dg konsentrasi instrumentasi dr universitas negeri padang, baru wisuda 3 mnggu yg lalu. Jujur awalnya saya galau,mau dbawa kmana ijazah saya ini, setiap ada lowongan pkerjaan sngat sdkit skali yg mnuliskan "dcari tamatan fisika", tp stlah mbaca forum ini, saya kembali optimis, saya pasti bisa, tetap smngadh. Terima kasih y ka2k semua...oh y klw ad info lowongan pkerjaan tlg beritahu saya y kak d selsiwoweni@rocketmail.com,makasi kakak2...hidup fisika!!

Ruly Gumilar mengatakan...

kalo fisika di universityas yang akreditasi jurusannya masih c gimana ka?