PEMETAAN MIKROSTRUKTURAL BAJA MANGAN AUSTENIT-3401 PADA PROSES PENDINGINAN CEPAT
1 S.K.Kurniawan.S, , 2 Reza Fadhila 3 Justinon 4 Eddi Marlianto
Sekolah Pascasarjana-Departemen Fisika-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara — Medan , INDONESIA
Abstrak
Baja mangan austenit Hadfield yang mengandung kira-kira 1,2% carbon dan 12 tol4% Mn masih tetap umum digunakan untuk komponen rel kereta api seperti bagian frog dan bagian melintang dan juga untuk bahan penanganan batu. Tulisan ini mempresentasikan perkembangan mikrostruktural baja mangan austenit – 3401 disebabkan perlakuan panas yang berbeda-beda diikuti dengan proses pendinginan cepat. Bahan dipanaskan hingga 1050C yang diikuti dengan proses pendinginan cepat yang menyebabkan larutan padat carbide mengendap pada serat fase austenit murni. Dengan melembutkan fase austenit ini, akan terjadi dispersi parsial austenit. Waktu dan temperatur pelembutan akan mempengaruhi luas dispersi pada fase austenit. Temperatur pelembutan ditetapkan antara 400C sampai 600C dengan tahapan peningkatan 50C. Kajian mikrostruktur sampel menunjukkan bahwa pengendapan austenit dimulai dengan pengendapan besi dan mangan carbide pada batas-batas serat, kemudian secara progresif diikuti oleh kemunculan unsur baru yang kemudian memuai sampai ke interior batas-batas seratnya. Pendinginan cepat biasanya menyebabkan carbide yang mengendap pada batas-batas serat terdispersi kembali pada serat-serat. Pembentukan fase baru meningkat sesuai dengan peningkatan temperatur.
Tampilkan postingan dengan label Metallograph. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Metallograph. Tampilkan semua postingan
Kamis, 24 April 2008
METALOGRAFI TRANSFORMASI BAJA MANGAN (Fe Mn)
METALOGRAFI TRANSFORMASI BAJA MANGAN (Fe Mn)
PADA KONDISI PENDINGINAN MEDIA UDARA
1 Faridah Nuriana, 2 S.K.Kurniawan,S, 3 Reza Fadhila 4 Justinon 5 Eddi Marlianto
Sekolah Pascasarjana-Departemen Fisika-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara — Medan , INDONESIA
ABSTRAK
Telah dilakukan suatu penelitian terhadap bahan baja hadfield yang biasa dipakai sebagai bahan dasar rel kereta api dimana dilakukan pendataan terhadap perubahan mikrostruktur akibat perlakuan panas pada daerah temperatur aging . Bahan dipanaskan hingga 1050C yang diikuti dengan proses pendinginan cepat yang menyebabkan larutan padat karbida mengendap pada butir fase austenit murni. Dengan pemanasan kembali fase austenit ini, akan terjadi dispersi parsial austenit. Pemanasan dilakukan pada temperatur ( 400C, 450C, 500C, 550C dan 600C) dengan tahapan 30 menit dan 60 menit yang selanjutnya. Mikrostruktur yang didapat didatakan morphologinya dengan Optical Microscopy ( OM ) dan elemen yang terkandung diuji dengan X-ray Fluorecence Spectroscopy ( XRF ). Pada pendataan morphologinya terlihat bahwa pada temperatur rendah plat-plat ferrit akan tumbuh dan mulai bernukliasi pada permukaan butir fasa austenit. Pada temperatur lebih tinggi, fasa ferrit tersebut akan tumbuh membentuk plat-plat ferrit acciculer yang tumbuh kesegala arah. Fasa baru yang tumbuh pada 400C sampai dengan 500C merupakan transfomasi dari keadaan amorf ke fasa acciculer. Pada temperatur yang cukup tinggi yaitu 600C akan terbentuk fasa pearlit dimana struktur ferritnya masih dapat diobservasi.
PADA KONDISI PENDINGINAN MEDIA UDARA
1 Faridah Nuriana, 2 S.K.Kurniawan,S, 3 Reza Fadhila 4 Justinon 5 Eddi Marlianto
Sekolah Pascasarjana-Departemen Fisika-Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Sumatera Utara — Medan , INDONESIA
ABSTRAK
Telah dilakukan suatu penelitian terhadap bahan baja hadfield yang biasa dipakai sebagai bahan dasar rel kereta api dimana dilakukan pendataan terhadap perubahan mikrostruktur akibat perlakuan panas pada daerah temperatur aging . Bahan dipanaskan hingga 1050C yang diikuti dengan proses pendinginan cepat yang menyebabkan larutan padat karbida mengendap pada butir fase austenit murni. Dengan pemanasan kembali fase austenit ini, akan terjadi dispersi parsial austenit. Pemanasan dilakukan pada temperatur ( 400C, 450C, 500C, 550C dan 600C) dengan tahapan 30 menit dan 60 menit yang selanjutnya. Mikrostruktur yang didapat didatakan morphologinya dengan Optical Microscopy ( OM ) dan elemen yang terkandung diuji dengan X-ray Fluorecence Spectroscopy ( XRF ). Pada pendataan morphologinya terlihat bahwa pada temperatur rendah plat-plat ferrit akan tumbuh dan mulai bernukliasi pada permukaan butir fasa austenit. Pada temperatur lebih tinggi, fasa ferrit tersebut akan tumbuh membentuk plat-plat ferrit acciculer yang tumbuh kesegala arah. Fasa baru yang tumbuh pada 400C sampai dengan 500C merupakan transfomasi dari keadaan amorf ke fasa acciculer. Pada temperatur yang cukup tinggi yaitu 600C akan terbentuk fasa pearlit dimana struktur ferritnya masih dapat diobservasi.
Langganan:
Postingan (Atom)